Industri alat berat terpukul akibat permintaan terus menurun

Krisi ekonomi tahun 2020 yang diakibatkan oleh pandemi corona ini merupakan krisis ekonomi terparah dibandingkan krisis 1998 dan 2008. Setidaknya hal ini dirasakan betul oleh pelaku industri alat berat di tanah air. Menurut Himpunan Industri alat Berat Indonesia (Hinabi), utilisasi pabrikan alat berat sudah mulai terdampak sejak permintaan batu bara menurun tahun 2019. Batubara merupakan sektor industri yang paling banyak berkontribusi pada pasar alat berat hingga mencapai 60%
“[Saat ini] kapasitas produksinya turun 62 persen, kalau [penurunan volume] permintaan lebih besar dari itu karena di distributor masih banyak stok. Permintaan turun sekitar 60-70 persen [secara tahunan sejak Maret 2020],” kata Ketua Umum Hinabi Jamalludin kepada Bisnis, Rabu (23/9/2020).
Masih menurut Jamalludin, industri alat berat merevisi target produksi dan penjualan tahun 2020. Untuk target produksi dimana awalnya hingga akhir 2020 mencapai 5.151 unit kemudian direvisi menjadi 3000 unit alat berat atau turun 41,75%. Padalah target awal 2020 tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yaitu turun hingga 15%
Pada tahun 2019, produsen alat berat di tanah air mampu memproduksi alat berat hingga 6.060 unit. Namun hingga semester awal 2020, menurut Jamaludin, industri alat berat nasional hanya mampu memproduksi 1.500 unit atau turun drastis hingga 50.49 % secara tahunan. Imbas penurunan produksi ini juga berpengatuh terhadap rata-rata tingkat produktivitas di tiap pabrikan yang hanya mencapai 25%. Angka ini jauh lebih rendah dibanding rata-rata tingkat produktivitas sektor manufaktur yang mencapai 50%
Menurut Jamaludin, akibat dari penuruan ini, banyak pabrikan alat berat yang sudah berada di zona merah sejak semester 2 tahun 2020. Imbas yang lebih parah terjadi pada industri pendukung alat berat, dimana saat ini banyak di antara mereka yang sudah gulung tikar. “[Kondisi arus kas mayoritas pabrikan] sudah kondisi minus. Jadi, sekarang bukan mencari profit, tapi mengurangi kerugian,” katanya. Meski kondisinya demikian, Jamaludin sangat optimis industri alat berat akan rebound pada 2021 pasalnya saat ini merupakan titik terendah industri alat berat nasional
Untuk mengurangi laju penurunan produksi yang lebih parah, Jamalludin sebelumnya telah meminta beberapa langkah yang harus dilakukan pemerintah yaitu, pertama memprioritaskan produk alat berat loka daripada impor. Oleh sebab itu, Jamalludin menilai perlu adanya harmonisasi regulasi antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.
Kedua, “Caranya, kami minta implementasi TKDN [tingkat komponen dalam negeri]. Sekarang sudah di sekitar level 40 persen.” lanjut Jamaludin dan ketiga, peningkatan kompetensi sumber daya manusia industri alat berat dengan perumusan standar kompetensi kerja nasional (SKKNI) remanufakturing industri alat berat.
Jika Anda ingin mengetahui daftar harga alat berat 2021, harga alat berat 2021, harga alat berat terbaru, silahkan hubungi tim sales jual alat berat kami untuk mendapatkan penawaran harga terbaik dari kami
Sumber: bisnis.com
Tags: alat berat, industri alat berat, permintaan alat berat, produksi alat berat
Industri alat berat terpukul akibat permintaan terus menurun
Dampak dari wabah Virus Corona sudah mulai kelihatan dalam berbagai sendi kehidupan di masyarakat. Hal yang sama juga terjadi dan... selengkapnya
SANY sebagai produsesn alat berat terbesar di China kembali menunjukan dominasinya. Berdasarkan laporan terbaru yang mereka keluarkan, SANY mengalami penjualan... selengkapnya
Alat berat dump truck adalah salah satu jenis kendaraan transportasi yang banyak digunakan untuk mengangkut material oleh perusahaan tambang, konstruksi... selengkapnya
Pasar dump truck di Indonesia terus bertumbuh seiring maraknya pembangunan infrastruktur.dan meningkatnya industri pertambangan. Berbagai produsen dump truck mempromosikan produk... selengkapnya
Wheel loader adalah alat berat jenis traktor yang memiliki roda karet dan dilengkapi bucket. Fungsi utamanya adalah untuk mengangkut material... selengkapnya
Indonesia sebagai negara yang dikaruniai sumber daya melimpah, menjadi salah satu surga proyek-proyek pertambangan dalam skala kecil hingga besar. Mulai... selengkapnya
Pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintahan Jokowi mendorong pertumbuhan penjualan alat berat untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur tersebut. Permintaan yang... selengkapnya
Para pengunjung website kami yang ingin membeli alat berat excavator rata-rata memilih merk excavator yang sudah akrab dengan telingan mereka... selengkapnya
Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi) memproyeksikan produksi alat berat di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 6000 unit. Bagaimana dengan tahun... selengkapnya
Dalam operasional alat berat, salah satu komponen yang mempunya konsumsi paling besar adalah bahan bakar. Bahan bakar menjadi kunci agar... selengkapnya
The patented side-to-side (STS) offset boom combined with the tight tail swing on the TB138FR provides unmatched visibility to the… selengkapnya
*Harga Hubungi CSIntroduction of complete machine and product’s working condition: LOVOL FL936F-II is a long wheelbase 3T wheel loader. This model is… selengkapnya
*Harga Hubungi CSWheel loader Mini SKS Machinery, Spesifikasi: Kapasitas bucket 0.8. Mesin yunnei turbo
*Harga Hubungi CSDescription WE-75S wheel excavator is a new generation Mechanical Transmission model. It selects low mission engine which gives strong power,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSOperating Weight : 21.26 ton Bucket Capacity : 0.92 m³ Rated Power : 148hp/2000rpm Specifications: GENERAL Operating… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFEATURES AND ADVANTAGES Rated Power:213kW 286HP @2,200rpm Dead Weight in Travel State:32,800kg 72,310lb Max. Total Rated Lifting Load:25,000kg 55,115lb Max…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSProduct Information Energy saving and noise reduction : adopt low speed engine transmission line, low fuel consumption and energy saving… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFeatures & Benefits 1. Operator Safety and Comfort Spacious ergonomically designed operating environment. Standard suspension seat, and optional Grammar… selengkapnya
*Harga Hubungi CSThis series is Shantui’s best-selling wheel loader. It offers tremendous stability and has pilot controls designed for reduced work intensity… selengkapnya
*Harga Hubungi CSA WHOLE NEW LEVEL Get a clear view of the job with our distinguished line of motor graders. We know… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.